Daya

5 01 2011

Daya

By: Sayudha Lukita Wibisana

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai kata watt. Misalnya setrika listrik 250 watt, lampu 20 watt. Kata watt sebenarnya adalah satuan dari daya listrik. Setrika 250 watt berarti setrika tersebut membutuhkan daya listrik 250 watt saat digunakan.

Untuk menghitung daya listrik oleh arus bolak balik (AC) dengan arus searah (DC) itu berbeda, karena arus AC mempunyai frekuensi sehingga memiliki perhitungan tersendiri. Sedangkan untuk arus DC yang melewati resistor untuk menghitung daya yang dihasilkannya dapat menggunakan rumus :

P=V.I

Dimana : P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)

V = Tegangan listrik dalam satuan Volt (V)

I = Arus listrik dalam satuan Ampere (A)

Seperti yang kita ketahui untuk mencari Tegangan (V) dapat dihitung dengan rumus V = I.R, dimana I = Arus dan R = Hambatan, maka Rumus diatas dapat ditambahkan menjadi :

P = V. I

P = I.R.I atau P = I2.R

Dari kedua rumus diatas maka dapat disimpulkan bahwa daya listrik akan bertambah besar jika :

1.       Tegangan listrik tambah besar

2.       Arus listrik tambah besar, dan

3.       Resistansi atau Hambatan tambah besar

Contoh :

Suatu senter bertegangan 30V menggunakan 2 baterai bertegangan masing-masing 1,5V. Arus yang mengalir melewati lampu sebesar 100mA. Hitung daya lampu tersebut !

Jawab :

P = V.I

P = 3x100mA

P = 300mW








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.